Tuberkulosis dapat disembuhkan dengan melakukan pengobatan OAT secara rutin dan tuntas. Salah satu tantangan dalam pengobatan TBC adalah adanya efek samping obat TBC, baik minor maupun mayor. Salah satu efek samping mayor adalah reaksi alergik obat TBC.

Dari buku berjudul Erupsi Obat Alergik disebutkan ada dua jenis tipe reaksi obat, yaitu tipe reaksi A yang dapat diprediksi karena sifat fakmakologik obatnya, dan tipe B yaitu reaksi yang tidak dapat diprediksi dan terjadi pada populasi tertentu, misalnya idiosinkrasi dan reaksi hipersensitivitas. Salah satu reaksi alergi OAT adalah munculnya ruam kemerahan pada kulit, baik disertai ataupun tanpa rasa gatal. Hal ini bisa ditimbulkan oleh komponen isoniazide, rifampicin, pirazinamide, ataupun ethambutol.

Apabila muncul reaksi alergi, maka segera berkonsultasi kepada dokter yang menangani untuk mendapatkan penanganan lanjutan. Adapun langkah penanganan yang dilakukan dokter meliputi:

  1. Penanganan reaksi alergi yang muncul, misalnya dengan pemberian obat anti alergi
  2. Untuk mengetahui OAT mana yang menyebabkan terjadinya reaksi alergi, maka akan dilakukan tes obat, yang meliputi:
    • OAT akan diberikan secara bertahap dimulai dengan OAT yang memiliki kemungkinan kecil menimbulkan reaksi alergi pada dosis rendah
    • Berikutnya dosis OAT akan ditingkatkan secara bertahap dalam 3 hari
    • Apabila tidak muncul reaksi, maka prosedur serupa dilakukan kembali dengan menambahkan 1 macam OAT lainnya
    • Apabila muncul reaksi alergi setelah pemberian OAT tertentu, maka dokter akan menandai OAT tersebut sebagai obat yang menimbulkan reaksi alergi
    • Sehingga setelah mengetahui OAT yang menyebabkan reaksi alergi, maka pemberian OAT tetap dilanjutkan tanpa OAT yang menjadi penyebab alergi

Meski demikian, apabila dalam tes obat tersebut ditemukan pasien memiliki reaksi pada semua jenis OAT, maka pengobatan akan dilanjutkan dengan OAT lini kedua. Pasien diharapkan tidak menghentikan pengobatan selama efek samping tersebut dialami selama menjalani masa pengobatan, karena hal ini juga berisiko terhadap terjadinya TBC Resistan Obat (TBC RO).

 

Sumber:
https://www.alodokter.com/komunitas/topic/jika-terjadi-alergi-pada-obat-tbc-bagaimana-langkah-penyembuhannya

Budianti WK. Erupsi Obat Alergik. In: Menaldi SLSW, Bramono K, Indriatmi W, editors. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin, 7th ed. Badan Penerbit FKUI: Jakarta;2015:190-3.

 

Editor: Melya, Triftianti Lieke