Pengendalian infeksi TBC perlu menjadi prioritas kesehatan masyarakat. Pengendalian infeksi TBC merupakan kombinasi pendekatan yang dirancang untuk meminimalkan risiko penularan TBC melalui tiga tingkatan pengendalian yaitu secara administratif, pengendalian lingkungan, dan perlindungan pribadi.

Dalam artikel ini akan dibahas secara khusus mengenai pengendalian lingkungan. pengendalian lingkungan merupakan tingkatan kedua dalam pengendalian TBC. Tujuannya adalah untuk mencegah penyebaran TBC dengan mengurangi jumlah bakteri di udara yang berpotensi menularkan penyakit TBC. Pengendalian lingkungan ini meliputi pengendalian sumber infeksi dan pembuangan udara yang terkontaminasi menggunakan ventilasi pembuangan lokal dan ventilasi umum. Sementara itu, pengendalian lingkungan sekunder mencakup pengendalian aliran udara untuk mencegah kontaminasi udara di dekat sumber infeksi dan pemurnian udara dengan menggunakan metode pembersihan udara seperti filtrasi udara partikulat efisiensi tinggi atau iradiasi kuman ultraviolet. Berikut penjelasannya:

1. Ventilasi Pembuangan Lokal (LEV)

Adalah teknik pengendalian yang digunakan untuk menangkap kontaminan di udara sebelum menyebar ke lingkungan umum. LEV merupakan sistem yang menggunakan ventilasi khusus untuk mencegah atau mengurangi tingginya kontaminan berbahaya di lingkungan. 

2. Ventilasi Umum

Tujuan ventilasi umum adalah untuk mencairkan dan menghilangkan udara yang terkontaminasi, serta untuk mengendalikan arah dan pola aliran udara di ruangan. Ventilasi alami juga dapat dilakukan dengan membiarkan jendela terbuka di sisi ruangan yang berlawanan. Ada dua jenis sistem ventilasi, yaitu sistem ventilasi satu arah dan sistem resirkulasi. Sistem ventilasi umum harus dirancang dan diseimbangkan sehingga udara mengalir dari area bersih ke area yang terkontaminasi. Untuk mengendalikan arah aliran udara, perlu untuk menciptakan tekanan negatif di daerah di mana udara diinginkan mengalir. 

3. Metode pembersihan udara

Metode pembersihan udara dianggap sebagai pengendalian tambahan untukistem ventilasi lainnya. Mereka tidak menggantikan sistem ventilasi, melainkan sebagai intervensi yang saling melengkapi. Penggunaan tersebut dapat meningkatkan jumlah pergantian udara per jamnya  (ACH) yang setara di ruangan. Ada dua metode pembersihan udara yaitu dengan filtrasi high eficiency particulate air (HEPA) yang memfilter udara dengan menghilangkan ?99,97% partikel ?0,3 ?m (termasuk inti udara yang mengandung Mycobacterium tuberculosis) pada laju aliran udara tertentu, serta dengan iradiasi kuman dengan sinar  ultraviolet yang efektif dalam membunuh atau menonaktifkan M. tuberculosis di udara. 

4. Ruang isolasi tekanan negatif

Ruang isolasi tekanan negatif (NPIR) adalah ruang perawatan pasien hunian tunggal yang digunakan untuk mengisolasi orang dengan penyakit menular. NPIR ini berfungsi memberikan tekanan negatif di ruangan agar udara dapat mengalir dari area yang lebih bersih ke dalam ruang isolasi untuk mencegah penyebaran udara  kontaminan.  

Lingkungan yang tidak higienis  merupakan salah satu faktor penyebab kejadian TBC paru. Ventilasi dan saluran udara yang baik dapat menghambat penyebaran kuman TBC mengingat bakteri penyebab TBC dapat berkembang biak di lingkungan yang lembab.


Sumber:
Yeon, Lee Ji. Tuberculosis Infection Control in Health-Care Facilities: Environmental Control and Personal Protection: Tuberculosis and Respiratory Diseases (2016),79(4):234


Editor: Melya Findi & Aditya Bagus W
Gambar: Amadeus Rembrandt