Dewi Wulan merupakan salah satu sosok yang berpengaruh di Yayasan TERJANG. Yayasan ini berdiri tahun 2013, merupakan organisasi yang ia bersama sejumlah relawan inisiasi sebagai mantan pasien TBC Kebal Obat di Kota Bandung. Organisasi berbasis mantan pasien TBC Kebal Obat ini, awalnya merupakan tempat berkumpul sesama pasien yang melakukan pengobatan di Poli TB MDR Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Pada tahun 2016, TERJANG sudah ada di beberapa Kabupaten/Kota dalam mendampingi pasien TBC Kebal Obat di Jawa Barat.

“Waktu awal terbentuk, saya juga berperan sebagai pendamping pasien yang sedang melakukan pengobatan TBC Kebal Obat, membantu melacak pasien mangkir berobat, juga memberikan edukasi bagi pasien dan keluarganya,” ujar Dewi menceriterakan perannya dalam mendampingi pasien.

Berdasarkan pengalamannya, pasien TBC Kebal Obat yang ia dampingi, banyak mengalami stigma dari masyarakat, bahkan tidak jarang harus kehilangan pekerjaan. Kondisi ini menjadi lebih sulit ketika menimpa pasien juga merupakan kepala rumah tangga. Kehilangan mata pencaharian membuat sejumlah kebutuhan pokok dalam rumah tangga menjadi sulit terpenuhi. Padahal pasien TBC Kebal Obat perlu mendapatkan asupan nutrisi yang seimbang. Nutrisi berperan penting dalam proses penyembuhan, dengan menerapkan pola makan yang sehat, maka dapat membantu tubuh melawan infeksi dan melawan kuman penyebab TBC.

TERJANG, sesuai namanya Terus Berjuang, tetap semangat mendampingi para pasien TBC Kebal Obat agar mereka tidak putus menjalani pengobatan. Salah satu kegiatanya adalah membantu para pasien TBC Kebal Obat agar tetap terpenuhi nutrisinya melalui pemberdayaan ekonomi dengan membuat kerajinan tangan. Kegiatan ini bisa mengajak pasien untuk tetap produktif dan juga menjadi modal bagi mereka untuk membuka kesempatan kerja kedepan.

“Kami pernah melakukan penggalangan dana dengan menjual hasil kerajinan tangan yang dibuat teman-teman, hasilnya nanti akan kami berikan kepada pasien dalam bentuk susu, telur, sembako, agar kebutuhan nutrisi mereka selama masa pengobatan tetap terpenuhi,” terangnya.

TERJANG berkesempatan berpartisipasi dalam Charity Run bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kota Bandung pada acara Hari TBC Sedunia di tahun 2018. Mereka diberi fasilitas booth yang kemudian digunakan untuk menjual hasil kerajinan tangan tersebut.

“Kedepannya kami berharap semoga Dinas UMKM maupun perusahaan swasta dapat turut berpartisipasi dalam upaya pemberdayaan ekonomi ini, sehingga pasien pun makin bersemangat untuk tetap produktif selama masa pengobatan,” harap Dewi.

Dengan tercukupi kebutuhan nutrisinya, dan rutin kontrol serta minum obat teratur, maka TBC dapat disembuhkan sampai tuntas. Putus berobat adalah hal yang harus dihindari karena akan membuat kuman bertambah kebal terhadap obat yang tersedia dan lebih sulit disembuhkan.

 

Teks: Melya Findi
Editor: Erman Varella
Foto: Amadeus Rembrandt